Beranda / Berita / Pendaftaran Batu Nisan Aceh Butuh Proses

Pendaftaran Batu Nisan Aceh Butuh Proses

  | Selasa, 21 Maret 2017 20:39 WIB

">

Dinas Parawisata dan Kebudayaan Aceh telah sepakat untuk mendaftarkan peninggalan sejarah Batu Nisan Aceh kepada United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai peninggalan yang dilindungi.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbubpar Aceh, Irmayani Ibrahim saat konfererensi pers terkait batu nisan Aceh di Museum Aceh, Banda Aceh, Senin (20/3).

“Kami sangat mendukung penuh dalam hal ini, seperti halnya Tari Saman yang sudah terdaftar di organisasi PBB itu,” katanya.

Ia menjelaskan batu nisan Aceh memiliki suatu seni yang sangat tinggi pada masa itu, dan patut dijaga. Bahkan batu nisan Aceh ini sudah banyak diteliti oleh Belanda dan Inggris.

Selain itu, batu nisan Aceh memiliki bentuk yang sangat beragam. Jikapun didaftarkan di Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB tersebut maka yang harus dilakukan ialah persiapan yang matang.

“Data yang paling penting harus dilengkapi, seperti karya ilmiah, foto dan bentuk video sebagai bukti. Setelah itu, akan diserahkan kepada pihak Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) untuk didata ulang,” ujar Irmayani.

Menurutnya, proses pendaftaran Tari Saman dulun juga tidak cukup waktu satu tahun, butuh proses dan kita lakukan dengan dukungan semua pihak.

“Jika batu nisan ini sudah terdaftar di UNESCO maka peninggalan artefak ini salah satu benda sejarah yang akan dikenal oleh dunia. ini merupakan suatu cara untuk menegnalakan nisan Aceh sebagai nilai budaya yang sangat tinggi,” tutup Irmayani.