Beranda / Berita / Prof Othman Yatim Ingin Nisan Aceh Didaftar UNESCO Selagi Ia Hidup

Prof Othman Yatim Ingin Nisan Aceh Didaftar UNESCO Selagi Ia Hidup

Reporter: THAYEB LOH ANGEN
  | Sabtu, 04 Maret 2017 14:07 WIB

BANDA ACEH - Arkeolog senior asal Malaysia, Prof Othman Yatim, mengatakan, ia ingin menyaksikan batu nisan Aceh terdaftar di UNESCO selama ia masih hidup.

Hal itu disampaikannya tatkala berbincang dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di rumah dinas (meuligoe) resmi Gubernur Aceh, Banda Aceh, Ahad, 12 Maret 2017.

Othman Yatim, mengatakan, batu nisan Aceh telah menjadi bagian terpenting dari sejarah hidupnya.

"Saya bersedia membantu pihak Gubernur Aceh untuk mendaftarkan batu nisan Aceh ke UNESCO Saya boleh siapkan draf poposal itu ke UNESCO yang tentu saja harus ditandatangani oleh Bapak Gubernur Aceh," kata Othman Yatim dan langsung disetujui Gubernur Aceh Zaini.

Guru besar ini mengaku telah mengunjungi banyak negara penting dalam rangka mengenalkan batu nisan Aceh kepada penduduk dunia.

"Batu Nisan Aceh adalah tiket saya keliling dunia. Banyak tulisan akademik tentang batu nisan Aceh telah saya tulis, itu menjadi rujukan, namun ada juga yang harus saya revisi sedikit karena ternyata Mapesa telah menemukan data yang lebih lengkap," kata Othman.

Sebagaimana diketahui, Prof Othman Yatim datang ke Aceh atas inisiatif sendiri untuk melihat langsung kegiatan Meuseura Mapesa. Ia datang sendirian.

Begitu mengetahui arkeolog senior tersebut ada di Aceh, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengundang Prof Othman untuk bincang-bincang di meuligoenya.

Sementara Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, mengatakan, ia setuju dengan semua usulan Prof Othman, tamu kehormatannya malam itu.

"Kita segera melakukan langkah-langkah untuk mendaftarkan batu nisan Aceh ke UNESCO. Kita segera membuat peraturan gubernur (pergub) untuk menyelamatkan batu nisan Aceh yang merupakan warisan dunia Islam," kata Zaini Abdullah.

Hadir dalam acara tersebut, selain Gubernur Zaini Abdullah dan Prof Othman Yatim, ada Sekda Darmawan, Kepala Biro Humas dan Protokoler Gubernur Aceh Mulyadi Nurdin, Kadisbudpar Aceh Reza Pahlevi, peneliti Sejarah kebudayaan Islam Taqiyuddin Muhammad, Arkeolog Dr Husaini Ibrahim, Safaruddin YARA, pengurus Mapesa ada Mizuar Mahdi, Ayi, Masykur, dan anggota Mapesa lainnya, Thayeb Loh Angen dari PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh-Turki), dan beberapa pegiat kebudayaan lainnya.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN