Beranda / Pameran Tetap / Bustan Budaya

Bustan Budaya


 

Hampir seluruh kerajaan pantai Aceh menjadi titik-titik  Islam yang berpengaruh ke daerah-daerah Melayu di Asia Tenggara.

Aceh menyebarkan Islam dengan dakwah dan karya-karya besar para ulama dan cendekiawan Aceh tempatan maupun dari luar seperti dari Arab, Persia dan India.  Aceh memiliki  institusi pendidikan tinggi yang bertaraf internasional  seperti Jami’ah Baiturrahman.

Aceh pernah menjadi tempat berkumpul para jamaah haji dari berbagai daerah lokal dan luar Aceh.

Menurut catatan Nuruddin Ar-raniry dalam kitabnya Bustanussalatin, sebutan Serambi Mekkah telah ada sebelum  pemerintahan Ratu Safiatuddin.

Begitu banyak alasan Aceh pantas disebut Aceh Serambi Mekkah


ACEH DAERAH MODAL

Ketika Indonesia sudah ditaklukkan Belanda tahun1947-1948, hanya wilayah Aceh lah yang masih utuh mempertahankan kedaulatan Indonesia. Sementara semua wilayah lain di Indonesia dari Marauke sampai ke Sumatera Utara sudah berhasil dibungkam Belanda. Aceh menyiarkan berita melalui Radio Rimba Raya ke seluruh dunia untuk membantah pernyataan Belanda yang mengatakan Indonesia sudah ditakluk kembali. Perjuangan rakyat Aceh membuat Indonesia mendapat rekom merdeka dari PBB. Aceh menyumbang dana pembelian pesawat terbang pertama kepada Indonesia untuk berdiplomasi di dunia internasional. Atas kekuatan Aceh mempertahankan kemerdekaan Indonesia maka, Presiden Sukarno dalam kunjungannya ke Aceh tahun 1948 dengan tegas mengatakan bahwa Aceh adalah Daerah Modal untuk Indonesia.

 
ACEH TANAH RENCONG

Rencong menjadi salah satu benda yang mencirikan Aceh. Senjata tikam jarak dekat tersebut awalnya, sebagai bagian dari peralatan sehari-hari dan sudah ada sejak Kesultanan Pasai. Ketika Aceh semakin terancam invasi asing yang membutuhkan senjata pertahanan, rencong menjadi senjata. Masa Sultan Ali Mughayat Syah, rencong mulai lebih digunakan sebagai senjata utama perang. Rencong terdiri dari empat jenis, yaitu, meupucok, meucugek, meuuree, dan pudoi. Benda dengan perpaduan nilai berharga, kerap menjadi pusaka dalam keluarga, penggunaannya tidak memilah gender, senjata khas perjuangan Aceh membela agama Allah melawan penjajah, atas dasar fungsi dan peran rencong maka Aceh dikenal dengan, Aceh Tanah Rencong.

 

ACEH NEGERI SERIBU WARUNG KOPI

Menyeruput kopi tanpa batasan waktu sudah mengakar dalam masyarakat Aceh.
Apabila dilihat dari jenis penganan kecil yang manis tersaji bersama kopi dan duduk berbincang lama maka merujuk pada kebiasaan Indocina, mengingat hubungan lawas Aceh dan Turki tidak dapat diabaikan juga mengenai kebiasaan Turki yang menikmati kopi di warung, dalam hal perkebunan kopi maka Belanda lah yang pertama membuka perkebunan kopi di Aceh Tengah dan Belanda juga pernah menghimbau masyarakat Aceh untuk sering mengkonsumsi kopi sebagai pertahanan tubuh menghadapi wabah penyakit pada Abad ke- 19.  Kegemaran masyarakat Aceh terhadap Kopi  mungkin sekali dipengaruhi oleh tiga bangsa tersebut. Kebiasaan minum kopi menyebabkan tumbuhnya tempat-tempat di sepanjang jalan dan seputaran kota di seluruh Aceh untuk menikmati kopi atau disebut warung kopi dan dalam bahasa Aceh disebut keude kupi. Sehingga Aceh pun dijuluki dengan Aceh Seribu Warung Kopi.