Beranda / Pameran Tetap / Bustanussalatin

Bustanussalatin



Cahaya Islam yang menyebar di nusantara bermula di sini, dari tanah Serambi Mekkah.

Para cendekiawan dengan mahakarya yang tidak ternilai harganya bermunculan, mengundang orang-orang yang haus tuntunan agama datang untuk belajar.
Wangi rempah, megahnya sutra, dan kilau emas, menjadikan Aceh tanah taruhan bagi bangsa-bangsa asing. Tempat tujuan dan persinggahan setiap hati penjelajah yang ingin menaklukan perairan dunia. Aceh pernah berjaya sebagai Bandar atau jalur lintas dagang internasional, satu masa yang sulit terulang kembali.

 Aceh wilayah lhee sagoe atau segitiga, rebutan para penguasa. Darah biru tidak satu-satunya syarat mutlak, menjadi pemimpin di Aceh. Hamba sahaya, nelayan, perempuan, dan para syarif pun berhasil menjajal kemampuan mereka. Setiap sosok penguasa mempunyai cerita berbeda, menoreh tinta kemasyuran atau meninggalkan kisah suram.

Semua catatan-catatan tersebut telah mewarnai sejarah masa lalu negeri-negeri di bawah angin.