Beranda / Penelitian / Rumoh Aceh

Rumoh Aceh



Rumah adalah salah satu benda budaya yang merupakan kebutuhan mendasar sebagai tempat tinggal bagi setiap manusia secara pribadi maupun kelompok yang sekaligus dapat dipandang sebagai "shelter" bagi tumbuhnya rasa aman atau terlindung dari segala bahaya, gangguan dan pengaruh fisik lainnya. Berfungsi sebagai tempat berlangsungnya segala aktivitas manusia yang bersifat intern/pribadi dan  beristirahat setelah menjalani perjuangan hidup sehari-hari. Rumah juga sebagai madrasah pertama bagi setiap penghuninya, tempat belajar adab/norma dan adat kebiasaan  sebelum berlangsungnya proses sosialisasi di masyarakat. Setiap rumah memiliki sistem nilai yang berbeda dengan yang lainnya tergantung pada daerah atau keadaan masyarakat setempat.

Aceh adalah daerah provinsi yang terletak di ujung utara pulau Sumatera dengan cakupan wilayah 53.400 km persegi dan terdiri dari 8 sub-etnis yang berbeda. Rumoh Aceh  adalah rumah tradisional masyarakat Aceh yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Sejak masuknya  Islam, sangat berpengaruh pada perkembangan arsitektur, adat/kebiasaan, fungsi ruang dan motif yang terdapat pada Rumoh Aceh. Letak geografis dan kondisi alam juga mempengaruhi struktur dan kontruksi dalam pendirian rumoh Aceh. Faktor-faktor untuk mengatasi masalah pada Rumoh Aceh tersebut menjadi tradisi yang turun temurun dan tetap dipakai  dalam proses pembangunan Rumoh Aceh hingga kini.

Setidaknya terdapat pesan-pesan penting yang dapat diambil pelajaran dari setiap unsur yang terdapat  pada Rumoh Aceh. Sejarah, nilai-nilai Islami, adat/kebiasaan, sistem pengetahuan dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya adalah Identitas Aceh yang sesungguhnya. Dengan alasan ini kami ingin  membuat kajian sederhana tentang Rumoh Aceh yang  saat ini sebagai salah satu ruang pamer koleksi museum Museum Aceh dan juga salah satu  Heritage kota Banda Aceh. 


Lainnya